Pages

Thursday, May 31, 2012

Pembelajaran Peluang

Sunday, May 27, 2012

RPP Peluang Saling Bebas

Link download

Saturday, May 26, 2012

Statistika dan Metode Keilmuan


STATISTIKA DAN METODE KEILMUAN

            Statistika merupakan sekumpulan metode untuk membuat keputusan yang bijaksana dalam keadaan yang tidak menentu. Konsep modern dalam bidang telah melangkah sedemikian jauh dari apa yang biasanya diketahui oleh orang awam. Bahkan perintis di bidang penelitian statistika pun baru menerima konsep modern ini pada dasawarsa-dasawarsa yang lalu.
            Bagi orang awam perkataan statistik biasanya membawa konotasi yang samar, bahkan sering sekali sesuatu yang tidak enak, tentang angka-angka. Dia bahkan merasa bingung dalam membedakan antara matematika, tata buku dan statistik. Dalam hubungan ini, statistik merupakan deskripsi dalam bentuk angka-angka dari aspek kuantitatif suatu benda yang berbentuk hitungan atau pengukuran. Statistik mengenai keanggotaan suatu organisasi, umpamanya, mungkin merupakan merupakan deskripsi dari jumlah keanggotaan organisasi tersebut, di mana jumlah anggota ini kemudian selanjutnya dapat diperinci menurut kriteria yang berbeda-beda.
            Di samping fakta berupa angka-angka, statistik juga merupakan bidang keilmuan yang disebut statistika,seperti juga matematika yang di samping merupakan bidang keilmuan juga bisa berarti lambang, formula, dan teorema. Bidang keilmuan statistika merupakan sekumpulan metode untuk memperoleh dan menganalisa data dalam mengambil suatu kesimpulan berdasarkan data tersebut. Ditinjau dari segi keilmuan, statistika merupakan bagian dari metode keilmuan yang digunakan dalam mendeskripsikan gejala dam bentuk angka-angka, baik melalui hitungan maupun pengukuran.
            Tujuan dari pengumpulan data statistik dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yang secara kasar dapat dirumuskan sebagai tujuan kegiatan praktis dan kegiatan keilmuan. Kegiatan praktis dalam ha ini bukan hanya mencakup pada kegiatan yang dilakukan oleh manajer seperti menentukan jadwal kegiatan pemberangkatan bis atau pemasukan murid baru, tetapi juga kegiatan yang dilakukan manusia secara individual. Demikian pula dengan kegiatan keilmuan, ruang lingkup yang tercakup bukan hanya pengetahuan yang diperoleh para ilmuwan melalui berbagai penelitian, seperti percobaan , tetapi juga kesimpulan yang dihadapi seorang individu dalam menjawab pertanyaan sehari-hari.


Statistika dan Tahap-tahap Metode Keilmuan

          Statistika bukan merupakan sekumpulan pengetahuan mengenai objek tertentu, melainkan merupakan sekumpulan metode dalam memperoleh pengetahuan. Hakekat ini harus dilihat dalam ruang lingkup dari kerangka umum dalam memperoleh pengetahuan tersebut, atau singkatnya dalam kerangka metode keilmuan.
            Sebenarnya tak ada yang dinamakan metode keilmuan. Artinya, tak terdapat sebuah prosedur, baik formal maupun informal, yang menyatakan kepada ilmuwan bagaimana cara mereka memulai, apakah yang harus mereka lakukan kemudian kesimpulan apa yang harus mereka cari. Ilmuwan bertumpu kepada cara berpikir sehari-hari yang berlaku secara umum dalam nmemecahkan secara berakal. Langkah-langkah yang lazim digunakan dalam kegiatan keilmuan dapat diperinci sebagai berikut:
1.      Observasi
Ilmuwan melakukan observasi mengenai apa yang terjadi. Ia mengumpulkan dan mempelajari fakta yang berhubungan dengan masalah yang sedang diselidikinya.
2.      Hipotesis
Untuk menerangkan fakta yang diobservasi. Dia merumuskan dugaanya dalam sebuah hipotesis, atau teori, yang menggambarkan sebuah pola, yang menurut anggapannya, ditemukan dalam data tersebut.
3.      Ramalan
Dari hipotesis atau teori tersebut, maka dikembangkanlah deduksi. Dalam deduksi ini, jika teori yang dikemukakan itu memenuhi syarat, akan merupakan suatu pengetahuan baru, yang belum diketahui sebelumnya secara empiris tetapi dideduksikan dari teori. Nilai dari suatu teori tergantung dari kemampuannya untuk menghasilkan pengetahuan baru tersebut.
4.      Pengujian Kebenaran
Lalu ilmuwan mengumpulkan fakta untuk menguji kebenaran dari ramalan yang dikembangkan melalui teori.


Peranan Statistika dalam Tahap-tahap  Metode Keilmuan

Statistika merupakan hal yang penting dalam tahap-tahap metode keilmuan yaitu pada tahap pertama, tahap kedua, dan tahap keempat (tahap observasi, tahap hipotesis, dan tahap pengujian kebenaran). Dalam tahap ketiga, metode yang dipakai adalah logika murni.
            Kegunaan statistika dalam tahap yang pertama karena statistika dapat menyarankan mengenai apa yang harus diobservasi untuk menarik manfaat yang maksimal serta bagaimana caranya menafsirkan hasil observasi tersebut.
            Kegunaan statistika dalam tahap yang kedua yaitu hipotesis karena statistika dapat menolong kita dalam mengklasifikasikan, merangkum, dan menyajikan hasil observasi dalam bentuk yang lebih dipahami dan memudahkan kita dalam mengembangkan hipotesis.
            Pada tahap keempat yaitu pengujian kebenaran, kegunaan statistika yaitu adalah sebagai metode untuk membantu kita dalam membandingkan ramalan dengan data-data yang telah dikumpulkan. Sebuah hipotesis dikatakan telah teruji kebenarannya jika ramalan yang dihasilkan didukung dengan fakta yang ada.


Penerapan Statistika

            Dalam bidang perniagaan. Para manajer biasanya dihadapi dalam masalah yang berhubungan dengan mengambil suatu keputusan dalam keadaan yang tidak tentu. Peranan statistik dalam ekonomi, politik dan bisnis sangat baik karena statistik dapat membantu perusahaan khususnya pimpinan dalam pengambilan keputusan. Pimpinan sebagai pengambil keputusan tidak bisa begitu saja dalam menetapkan anggaran, pimpinan harus mengaitkan dengan faktor-faktor yang berhubungan, contoh dalam menetapkan volume penjualan pimpinan harus mengaitkan dengan pola penjualan periode yang lalu, kekuatan pesaing, perkembangan permintaan barang dari konsumen dan juga dengan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi volume penjualan secara langsung maupun tidak langsung.
            Dalam bidang pemerintahan, pemerintah telah lama mengumpulkan dan menafsirkan data yang berhubungan dengan kepentingan bernegara, umpamanya seperti data mengenai penduduk, pajak, kekayaan dan perdagangan luar negeri.
            Peranan statistika dalam bidang ilmu-ilmu sosial yaitu dengan adanya survey yang berdasarkan pengambilan contoh mampu memberikan informasi tentang berbagai hal dengan ongkos yang cukup murah, seperti besarnya penghasilan tabungan, ramalan tentang pengeluaran konsumen, sikap masyarakat atas masalah sosial yang terjadi, pengangguran, ramalan pemberian suara dalam pemilihan, dan pengaruh televisi terhadap kehidupan keluarga.
            Permintaan terhadap penelitian di bidang biologi tertentu umpamanya anthropometri, agronomi, dan genetika, membawa kelahiran baru dari statistika pada permulaan abad kedua puluh. Dalam agronomi peranan statistika yaitu percobaan tentang produksi panenan yang merupakan hasil dari perlakuan berbagai macam-macam pupuk dengan jenis tanah yang berbeda-beda. Dari bidang genetika yaitu pertumbuhan hewan di bawah makanan dan lingkungan hidup tertentu. Penyusunan kerangka percobaan dan analisisnya sering dilakukan dengan prinsip-prinsip statistika.
            Contoh tentang berbagai macam penerapan statistika yang diberikan di atas kiranya tidak dapat mencakup semua hal namun semoga dapat memberikan gambaran mengenai kemungkinan berbagai  penerapan dari metode dan konsep dasar statistika. Singkatnya, statistika adalah alat yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah yang timbul dalam penelaahan secara empiris hampir di semua bidang.

Daftar Pustaka

Jujun S. Suriasumantri. Ilmu dalam Perspektif. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. 2003


 

(c)2009 IAM HOTTEST TEACHER. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger