STATISTIKA DAN METODE KEILMUAN
Statistika
merupakan sekumpulan metode untuk membuat keputusan yang bijaksana dalam
keadaan yang tidak menentu. Konsep modern dalam bidang telah melangkah
sedemikian jauh dari apa yang biasanya diketahui oleh orang awam. Bahkan
perintis di bidang penelitian statistika pun baru menerima konsep modern ini
pada dasawarsa-dasawarsa yang lalu.
Bagi
orang awam perkataan statistik biasanya membawa konotasi yang samar, bahkan
sering sekali sesuatu yang tidak enak, tentang angka-angka. Dia bahkan merasa
bingung dalam membedakan antara matematika, tata buku dan statistik. Dalam
hubungan ini, statistik merupakan deskripsi dalam bentuk angka-angka dari aspek
kuantitatif suatu benda yang berbentuk hitungan atau pengukuran. Statistik mengenai
keanggotaan suatu organisasi, umpamanya, mungkin merupakan merupakan deskripsi
dari jumlah keanggotaan organisasi tersebut, di mana jumlah anggota ini kemudian
selanjutnya dapat diperinci menurut kriteria yang berbeda-beda.
Di samping
fakta berupa angka-angka, statistik juga merupakan bidang keilmuan yang disebut
statistika,seperti juga matematika yang di samping merupakan bidang keilmuan
juga bisa berarti lambang, formula, dan teorema. Bidang keilmuan statistika
merupakan sekumpulan metode untuk memperoleh dan menganalisa data dalam
mengambil suatu kesimpulan berdasarkan data tersebut. Ditinjau dari segi
keilmuan, statistika merupakan bagian dari metode keilmuan yang digunakan dalam
mendeskripsikan gejala dam bentuk angka-angka, baik melalui hitungan maupun
pengukuran.
Tujuan
dari pengumpulan data statistik dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yang
secara kasar dapat dirumuskan sebagai tujuan kegiatan praktis dan kegiatan
keilmuan. Kegiatan praktis dalam ha ini bukan hanya mencakup pada kegiatan yang
dilakukan oleh manajer seperti menentukan jadwal kegiatan pemberangkatan bis
atau pemasukan murid baru, tetapi juga kegiatan yang dilakukan manusia secara
individual. Demikian pula dengan kegiatan keilmuan, ruang lingkup yang tercakup
bukan hanya pengetahuan yang diperoleh para ilmuwan melalui berbagai
penelitian, seperti percobaan , tetapi juga kesimpulan yang dihadapi seorang
individu dalam menjawab pertanyaan sehari-hari.
Statistika dan Tahap-tahap Metode
Keilmuan
Statistika
bukan merupakan sekumpulan pengetahuan mengenai objek tertentu, melainkan
merupakan sekumpulan metode dalam memperoleh pengetahuan. Hakekat ini harus
dilihat dalam ruang lingkup dari kerangka umum dalam memperoleh pengetahuan
tersebut, atau singkatnya dalam kerangka metode keilmuan.
Sebenarnya
tak ada yang dinamakan metode keilmuan. Artinya, tak terdapat sebuah prosedur,
baik formal maupun informal, yang menyatakan kepada ilmuwan bagaimana cara
mereka memulai, apakah yang harus mereka lakukan kemudian kesimpulan apa
yang harus mereka cari. Ilmuwan bertumpu kepada cara berpikir sehari-hari yang
berlaku secara umum dalam nmemecahkan secara berakal. Langkah-langkah yang
lazim digunakan dalam kegiatan keilmuan dapat diperinci sebagai berikut:
1.
Observasi
Ilmuwan
melakukan observasi mengenai apa yang terjadi. Ia mengumpulkan dan mempelajari
fakta yang berhubungan dengan masalah yang sedang diselidikinya.
2.
Hipotesis
Untuk
menerangkan fakta yang diobservasi. Dia merumuskan dugaanya dalam sebuah
hipotesis, atau teori, yang menggambarkan sebuah pola, yang menurut anggapannya,
ditemukan dalam data tersebut.
3.
Ramalan
Dari
hipotesis atau teori tersebut, maka dikembangkanlah deduksi. Dalam deduksi ini,
jika teori yang dikemukakan itu memenuhi syarat, akan merupakan suatu
pengetahuan baru, yang belum diketahui sebelumnya secara empiris tetapi
dideduksikan dari teori. Nilai dari suatu teori tergantung dari kemampuannya
untuk menghasilkan pengetahuan baru tersebut.
4.
Pengujian Kebenaran
Lalu
ilmuwan mengumpulkan fakta untuk menguji kebenaran dari ramalan yang
dikembangkan melalui teori.
Peranan
Statistika dalam Tahap-tahap Metode
Keilmuan
Statistika
merupakan hal yang penting dalam tahap-tahap metode keilmuan yaitu pada tahap
pertama, tahap kedua, dan tahap keempat (tahap observasi, tahap hipotesis, dan
tahap pengujian kebenaran). Dalam tahap ketiga, metode yang dipakai adalah
logika murni.
Kegunaan statistika dalam tahap yang
pertama karena statistika dapat menyarankan mengenai apa yang harus diobservasi
untuk menarik manfaat yang maksimal serta bagaimana caranya menafsirkan hasil
observasi tersebut.
Kegunaan statistika dalam tahap yang
kedua yaitu hipotesis karena statistika dapat menolong kita dalam
mengklasifikasikan, merangkum, dan menyajikan hasil observasi dalam bentuk yang
lebih dipahami dan memudahkan kita dalam mengembangkan hipotesis.
Pada tahap keempat yaitu pengujian
kebenaran, kegunaan statistika yaitu adalah sebagai metode untuk membantu kita
dalam membandingkan ramalan dengan data-data yang telah dikumpulkan. Sebuah
hipotesis dikatakan telah teruji kebenarannya jika ramalan yang dihasilkan
didukung dengan fakta yang ada.
Penerapan
Statistika
Dalam bidang perniagaan. Para
manajer biasanya dihadapi dalam masalah yang berhubungan dengan mengambil suatu
keputusan dalam keadaan yang tidak tentu. Peranan statistik dalam ekonomi,
politik dan bisnis sangat baik karena statistik dapat membantu perusahaan
khususnya pimpinan dalam pengambilan keputusan. Pimpinan sebagai pengambil
keputusan tidak bisa begitu saja dalam menetapkan anggaran, pimpinan harus
mengaitkan dengan faktor-faktor yang berhubungan, contoh dalam menetapkan
volume penjualan pimpinan harus mengaitkan dengan pola penjualan periode yang
lalu, kekuatan pesaing, perkembangan permintaan barang dari konsumen dan juga
dengan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi volume penjualan secara
langsung maupun tidak langsung.
Dalam
bidang pemerintahan, pemerintah telah lama mengumpulkan dan menafsirkan data
yang berhubungan dengan kepentingan bernegara, umpamanya seperti data mengenai
penduduk, pajak, kekayaan dan perdagangan luar negeri.
Peranan
statistika dalam bidang ilmu-ilmu sosial yaitu dengan adanya survey yang
berdasarkan pengambilan contoh mampu memberikan informasi tentang berbagai hal
dengan ongkos yang cukup murah, seperti besarnya penghasilan tabungan, ramalan
tentang pengeluaran konsumen, sikap masyarakat atas masalah sosial yang
terjadi, pengangguran, ramalan pemberian suara dalam pemilihan, dan pengaruh
televisi terhadap kehidupan keluarga.
Permintaan
terhadap penelitian di bidang biologi tertentu umpamanya anthropometri,
agronomi, dan genetika, membawa kelahiran baru dari statistika pada permulaan
abad kedua puluh. Dalam agronomi peranan statistika yaitu percobaan tentang produksi
panenan yang merupakan hasil dari perlakuan berbagai macam-macam pupuk dengan
jenis tanah yang berbeda-beda. Dari bidang genetika yaitu pertumbuhan hewan di
bawah makanan dan lingkungan hidup tertentu. Penyusunan kerangka percobaan dan
analisisnya sering dilakukan dengan prinsip-prinsip statistika.
Contoh
tentang berbagai macam penerapan statistika yang diberikan di atas kiranya tidak
dapat mencakup semua hal namun semoga dapat memberikan gambaran mengenai
kemungkinan berbagai penerapan dari
metode dan konsep dasar statistika. Singkatnya, statistika adalah alat yang
dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah yang timbul dalam penelaahan secara
empiris hampir di semua bidang.
Daftar Pustaka
Jujun S. Suriasumantri. Ilmu dalam Perspektif. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. 2003



0 komentar:
Post a Comment